Sabtu, 13 Mei 2017

Dimana


Masa dimana segala sesuatunya terlihat pas tetapi sebenarnya berlangsung acak. 
Masa dimana senyuman akan berarti apa saja. 

Semua orang mempunyai penyakit dalam hati. 
Semua orang mencintai dunia dan takut untuk mati. 
Mereka takut mati dan mengira akan hidup abadi.
Masa dimana orang bodoh yang duduk disinggasana 
dan memerintah para babu yang lebih bijaksana. 

Menghancurkan keyakinan mereka mengalahkan kebenaran dalam hati mereka. 
Inilah masa lelucon yang menjadi kenyataan, 
pahlawan dan penjahat sudah tak ada pembedanya.
Masa dimana hal baik adalah keanehan dan hal yang buruk tidak punya kejelasan, 
masa dimana ilmu mulai diangkat dan berakhir dengan pertanyaan
Aku ada di mana


Raja dan Pedang (Bagian 7.5)

Peperangan dimanapun berada selalu mendatangkan kesengsaraan
Akan tetapi inilah tempatnya pembunuhan di bolehkan
Tempat dimana para pasukan menunjukkan kemampuannya
Tempat elang menunjukkan cakarnya dan singa menunjukkan taringnya
Tempat pemuda menunjukkan semangatnya dan orang tua menunjukkan kebijaksanaannya
Tempat bertaruh nyawa untuk keselamatan istri,anak dan keluarganya

Sang raja maju kedepan sendirian
Di tengah medan pertempuran
Tanpa pengawalan dan perlindungan
Bak gunung yang ditinggal sang awan
Sunyi senyap sendiri dengan pedang
Tetapi kuat dan tegas langkah kaki di jalankan
Penuh keyakinan

Di depan telah berbaris 3000 pasukan lawan
Empat orang panglima dan seorang pimpinan
Sedang sang raja mempunyai 3000 pasukan

Sang raja tak ingin terjadi pertumpahan
Tetapi pemberontak merasa diatas kebenaran
Sang raja dituduh telah membunuh pewaris wilayah selatan
Sehingga sesungguhnya sang rajalah yang melakukan pengambilalihan
Melakukan kudeta terhadap pewaris kerajaan selatan

Ternyata ini memang jebakan
Seseorang telah merencanakan keadaan
Kemungkinan besar gubernur memang telah menerima kematian
Sesaat setelah istana ditinggal pasukan

Dan kabar bergerak lebih cepat dari pasukan yang berjalan
Sang raja menerima fitnah yang mengerikan
Keadaannya lebih terancam daripada berdiri di mulut jurang 
Keadaan tengah timpang 
Tak tahu pedang,panah atau tombak yang akan datang

Hingga dari tiga arah yang berbeda datanglah pasukan
Setiap arah terdiri atas 1000 pasukan
900 pasukan berbaris kesamping dan berpasangan
Sedang 100 pasukan memegang ranting pepohonan 
Hingga debu beterbangan dari arah belakang
Demikian formasi ketiga kelompok pasukan
Dan dari jarak yang cukup panjang

Pihak lawan gentar dan ketakutan
Karena mengira 3000 pasukan itu adalah 9000 pasukan
Mereka melihat telah terkepung di tiga arah berbeda
Jalan satu-satunya adalah mundur ke arah selatan
Sedang mereka telah berniat membela kehormatan

Sang raja kemudian menghunus dan mengangkat sebuah pedang
Pedangnya berkilauan di terpa terik siang
Ternyata benar rumor yang berkembang
Pedang kerajaan telah ada yang menemukan
Sang pemberontak turun dari kuda tunggangan
Dan memberi penghormatan
Seraya memberikan isyarat agar pasukan menjadi tenang
Karena perang telah dibatalkan

Pasukan sang raja telah tiba
Dan membuat kaget pihak lawan
Ternyata jumlah mereka adalah sama
Taktik yang sangat beresiko apabila ketahuan
Mengepung dengan jumlah yang seimbang
Akan membantai pasukan secara keseluruhan
Menjadi senjata yang makan tuan

Tetapi untunglah perang telah dimenangkan
Tanpa perlawanan dan persyaratan
Sang raja mendapat pengakuan dan pengabdian pasukan
Yang akan digunakan menyerang pemberontak 
yang sedang bertahta di singgasana kerajaan selatan

Dikirimlah utusan
Ternyata sang pemberontak adalah bangsa pendatang 
Yang di masa silam telah dikalahkan
yang menetap di wilayah kerajaan selatan
Mereka menyelundupkan pasukan dari luar kerajaan
Memperalat kebaikan
Dan memanfaatkan kedudukannya sebagai pimpinan
Rencana telah dimasak dengan demikian matang
Mereka hendak menjatuhkan dua burung dengan sekali lemparan
Mengadu dua kebaikan hanya akan memperjelas satu keburukan

Sekarang kabut telah dihilangkan
Musuh telah jelas dihadapan
Sekarang dua kekuatan telah dipersatukan
Untuk melawan tirani yang menyengsarakan
Surat telah dikirimkan
Peringatan telah disampaikan
Kedua kubu melakukan persiapan
Perang akan segera dilaksanakan





Perang

Tak mengertikah engkau ini hanya selingan
Orang-orang yang saling berganti peranan
Karena  sandiwara yang paling sempurna adalah kenyataan
Dogma adalah penyelamat mereka dari fikiran
Karena tak semua kejadian dapat dicerna oleh fikiran
Tetapi agamalah yang menuntut kepada kebenaran
Karena dengan agama semua dapat terjelaskan

Fikiran tanpa agama dapat tersesatkan
Agama tanpa fikiran akan dibutakan
Tidaklah mereka buta melainkan menolak kebenaran
Dan tidaklah mereka sesat melainkan menyalahgunakan akal fikiran

Perbedaan akan menghasilkan perpecahan
Perpecahan akan menghasikan peperangan
Dimana yang banyak akan dimakan oleh yang sedikit
Dikumpul dan dibagi-bagi
Lalu dimakan berhari-hari

Jika ini perang siapakah lawannya
Dimana markas dan kedudukannya
Seberapa kuat pasukannya
Bukan belum ketahuan
Tetapi penguasa belum melakukan tindakan
Apakah sedang jauh dari kesadaran
Ataukah terjebak dalam ikatan
Atau yang ditakutkan
Penguasa di kuasai penguasa yang lebih berkuasa
Penguasa yang belum menunjukkan jati dirinya
Siapakah dia atau mereka
Ini butuh penjelasan

Pembelaan terkeras adalah selalu yang berbuat salah
Selalu yang jahat sifatnya
Halus tipu muslihatnya
Yang ingin mengendalikan dunia
Dengan tangannya
Juga menginjaknya dengan kakinya

Karena perang kecil akan dihapuskan dengan perang yang lebih besar
Karena diatas semua pertempuran
Terdapat perang besar yang harus dimenangkan
Karena tanda sebuah peperangan bukanlah saling berbunuhan
 dengan adu tombak dan pedang
Tetapi perang sebenarnya ada di dalam fikiran
Apakah masih bebas atau sedang menjadi tawanan
Karena kemenangan sesungguhnya
Bukan dengan peperangan
Tetapi penyerahan tanpa perlawanan

Perang fikiran
Orang-orang akan mudah dikendalikan
Dengan demikian akan mampu di perintahkan
Manusia dipaksa meminum wahn
Yang membuatnya cinta dunia dan takut kematian
Seteguknya membuat kering tenggorokan
Makin haus kita dibuatnya ketagihan
Tanpa pengobatan dan penanganan
Dijadikan budak sepanjang zaman

Jika sistem telah sedemikian
Jalan tunggal adalah menghancurkan
Dalam perang, tipu daya itu diperbolehkan
Dalam cinta lamaran dianjurkan
Akan tetapi dalam penyerangan
Tak dapat dilakukan tanpa perintah pimpinan

Dihadapkan pada perang yang meniadakan pimpinan
Tanpa bisa mencari pergantian
Sungguh suatu kekonyolan
Para pasukan hanya bisa berlutut bersiap menerima pembantaian
Atau mengganti sirah dan mencabut keberpihakan
Karena sebagian pasukan dalam pengendalian
Peperangan belum dapat dimenangkan

Tetapi beberapa pasukan yang tidak kelihatan
Sedang melakukan persiapan
Untuk melakukan penyerangan
Sembari menunggu pimpinan melepas belenggu dan ikatan
Atau tiba-tiba muncul dari balik bayangan

Karena ini telah dinubuatkan
Jauh sebelum engkau dilahirkan
Perang terbesar sepanjang zaman
Perang dahsyat yang memusnahkan

Jumat, 12 Mei 2017

Negeri Seberang

Masalah selalunya seperti ini
Kerajaan dilanjutkan berdasar keturunan
Bukan dari kebaikan
Sehingga baik keturunan baik pula kerajaan
Buruk kerurunan buruk pula pemerintahan

Tetapi berbeda pula dengan negeri di seberang
Yang memilih pimpinan berdasar pilihan perorangan
Hasil adaptasi negara diseberang lautan
Tetapi mereka tak menyadari kesamaan 
Mereka akan sangat mudah di awasi dan dimanipulasi
Akan sangat lemah sehingga gampang di susupi
Karena kekuatan terbesar adalah pengetahuan

Karena wilayah yang telah disusupi
Informasinya telah diketahui
Telah terbongkar kanan dan kiri
Wilayah yang telah lemah secara teori

Karena raja dengan batas penguasaan
Adalah raja tanpa kekuatan
Dihantui ketakutan akan ancaman keselamatan
Karena begitu kekuasaan lepas digenggaman
Maka kepalanya tak akan selamat dari todongan

Raja seperti bayangan 
Tak akan sempat berjuang
Karena akan tergantikan jika melawan atau waktu telah dihabiskan
Jangan berfikir rakyat akan dimakmurkan
Karena di kepala mereka adalah jabatan dan uang
Adapun yang hendak menegakkan kebenaran
Akan celaka dihimpit jebakan

Negeri kaya yang malang
Sedang dikepung kenistaan
Diancami kehancuraan
Akankah bisa dibedakan
Siapa penjahat siapa penegak keadilan


Kamis, 11 Mei 2017

Raja dan Pedang (Prolog)

Tersebutlah dua orang saudara yang pergi meninggalkan kampung halamannya
Menyebrangi lautan jauh keseberang pulaunya
Mereka menemukan sebuah pulau tanpa jamahan manusia
Tanpa penghuni melainkan hewan dan kekayaan alam
yang menghuninya

Pulau dialiri sungai dari mata air yang ada di pegunungan
Sungai bersinar memantulkan kejernihan berkilauan
Seperti berisi intan berlian
Dan memang benar dibawah sungai terdapat kekayaan
Demikian pula yang ada di pedalamannya

Mereka kemudian mendirikan perkampungan dan mempekerjakan orang
Berkembanglah tempat ini menjadi sebuah kerajaan 
Yang menghidupi rakyatnya dari hasil perdagangan tambang
Dengan segala kelebihan keduniaan
sang adik menikmati kehidupan
Sang kakak yang menjadi raja ingin ketenangan

Kemudian sang kakak menyerahkan tahta kerajaan
Memilih hidup tenang di daerah selatan
Dia membangun rumah dan mendirikan perkebunan
Dia hidup bersama sebahagian lainnya dari utara pindah ke wilayah selatan

Kekayaan berlimpah menjadikan kerajaan utara terancam setiap malam
Kemudian sang raja memerintahkan
Untuk membuat pedang sebagai simbol kekuatan 
Simbol moral para prajurit bawahan
Simbol kejayaan tak terkalahkan

Di tempalah berlian menjadi pedang
Kemudian dilapisinya berlian itu dengan besi yang hitam
Kemudian dicampur dengan timah yang dipanaskan
Sehingga jadilah pedang yang belum pernah diperkenalkan

Pedang dibuat menjadi dua bagian
Satu untuk raja di utara
dan yang lainnya diserahkan kepada raja di wilayah selatan
Sebagai senjata pusaka
Simbol persaudaraan tak lekang masa
Pedang yang sebahagian dari waktu depan
Pedang yang mampu memanipulasi binatang
Menjinakkan kebuasan
Dan memerintahkan mereka untuk menyerang dan bertahan

Pedang yang lain adalah pedang yang mampu menangkap kilatan
Pedang yang menyimpan petir mematikan
Dan hanya dapat digunakan oleh sang keturunan

Setelah beberapa waktu berselang
Dan telah berlalu beberapa generasi dan zaman
Kerajaan selatan diserang dan berhasil ditaklukkan oleh bangsa pendatang
Di saat yang sama kerajaan di utara di serang tetapi berhasil bertahan
Berselang waktu kemudian
kerajaan utara menyerang bangsa pendatang
Sehingga terjadilah pertempuran di pegunungan
Di saat yang sama terjadi gempa bumi yang menggaris dua daratan
Pedang dari selatan ditancapkan
Sehingga hewan buas yang menyerang berbalik menghabisi bangsa pendatang

Adapun pedang yang ditancapkan
hilang tanpa jejak dan pesan
Adapun hewan - hewan telah terbebas dari siksa dan manipulasi pedang
Akan tetapi tidak bisa melampaui batas yang telah digariskan oleh pedang
Adapun hewan jinak melarikan diri keseberang
Sedang serigala dan macan masih tertahan
Dan begitulah berlangsung beberapa keadaan
Hingga tiba waktu mangsa kehabisan di wilayah selatan
Serigala dan macan kehabisan makanan
sedang pemangsa tak mampu melampaui garis pedang
Mereka kelaparan sehingga turun dari pegunungan
Mencari ternak di wilayah selatan
Mengganggu ketenangan rakyat yang berlaku sedang
Tempat raja yang dibuang memakan buah tanpa perizinan

Hingga peristiwa sang raja mencabut dan menancapkan pedangnya di wilayah selatan
Para kawanan Mendapatkan makanannya di wilayah utara pegunungan
Untuk sementara waktu selatan bebas dari gangguan. 

Sekarang sang pahlawan menjadi pimpinan
Pelindung pedesaan
Dari serangan binatang
Binatang yang menyerang diwaktu malam
Tetapi binatang tak pernah kembali datang
Aman dan tentram negeri yang penuh dengan tanaman
dan perkebunan.

Sementara Jauh di utara pegunungan
Penghianatan membuahkan perang persaudaraan
Tahta kerajaan diperebutkan para keluarga bangsawan
Utara terbagi atas lima kekuasaan berdasarkan 5 putra kerajaan
Anak tertuah mewarisi ibu kota kerajaan dan 4 wilayah lainnya menjadi 4 kerajaan

Penghianatan dilakukan oleh suami saudari sang raja yang terbuang
Dan yang dibelakangnya adalah mertua sang putri kerajaan
Yang saat ini memegang kendali pusat kerajaan
4 kerajaan tersisa tak terima dan sedang melakukan kecaman

Sisa pasukan raja yang selamat dari pembantaian bersembunyi di tengah hutan
Mereka dalam bahaya karena Srigala dan macan
Telah menyeberang ke sisi sebelah utara pegunungan untuk mencari makanan.
Termasuk sang panglima kepercayaan yang berhasil bertahan

Ada 50 sisa pasukan termasuk sang panglima yang bertahan
Mereka bertahan dengan buruan yang masih berlimpah di tengah hutan
Mereka tidak mengetahui pegunungan utara sudah tak aman
Sang panglima percaya mahluk buas tetap berada di wilayah selatan

Bencana tak terelakkan
Pasukan kerajaan diserang serigala dan macan
Mereka hanya bisa naik ke pepohonan sisanya dibantai dan dimakan
Hampir saja seluruh pasukan di habisi saat raja datang menengahi
Mahluk buas digiring kedalam gua yang luas dan menahannya di sana
Sembari menahan diberi makanan agar mereka yakin masih banyak makanan di dalam hutan
Sehingga tak turun menganggu peternakan

Pasukan tersisa 12 orang termasuk panglima.
Panglima adalah paman sang raja sedang sisanya adalah rakyat jelata
Yang diangkat menjadi prajurit kerajaan.
Mereka dibawah ke selatan dan dirawat di sana

Panglima dan raja menyusun rencana
Tentang wasiat sang raja pertama
Raja pertama telah membuat aturan untuk menggilir kekuasaan
Kekuasaan pertama di pegang oleh anak pertama,kemudian setelah anak pertama wafat
dilanjutkan oleh keturunannya,setelah keturunan anak pertama wafat diganti oleh keturunan anak ke dua,setelah keturunan anak kedua wafat diganti kembali oleh keturunan anak ketiga,dan seterusnya sampai kembali lagi ke keturunan anak pertama.
Pesan kedua sang raja adalah jangan pernah menganggu wilayah  selatan dan seluruh kekayaannya,biarkan itu adalah milik mereka,akan tetapi jika kerajaan selatan diserang,maka kerajaan utara akan melindungi selatan dengan segenap kekuatan. Dalam hal ini kerajaan selatan dibawah perlindungan kerajaan utara dan sekaligus diluar kekuasaannya.Dan aturan ini telah dipegang secara teguh secara turun temurun sebagai tanda bakti sang adik kepada kakaknya.

Sang raja adalah turunan dari anak pertama
Sang raja telah dianggap wafat
Sehingga Yang akan melanjutkan kerajaan adalah keturunan anak kedua
4 kerajaan telah sepakat membentuk pasukan menyerang benteng ibu kota

Ibu kota memiliki kekuatan 100.000 pasukan

Aliansi 4 kerajaan memiliki 80.000 pasukan

Dipimpin oleh panglima yang diunggulkan mewarisi tahta kerajaan

Hampir saja pasukan aliansi kalah ketika Pasukan bantuan dari selatan tiba dengan seribu pasukan manusia dan ratusan hewan buas serta seekor kura-kura raksasa.
Yang diperintah oleh pemegang pedang.

Tetapi di istana masih ada pemegang sang pedang petir keturunan kakak dari raja pertama,yang merasa berhak atas tahta kerajaan.Pedang itulah yang membumi hanguskan pasukan aliansi juga pasukan bantuan. Pasukan aliansi dan bantuan mundur dengan kekalahan dan sisa prajurit dengan mengenaskan.

Sang raja di selatan telah menikahi perempuan yang ternyata adalah anak  dari penghianat kerajaan yang saat ini memegang pedang petir kerajaan.
Dan menurut saudaranya telah hilang dan mati dimangsa serigala dalam hutan di pegunungan. Ternyata dia selamat dan menjadi prajurit pasukan utara setelah menyelamatkan
putra mahkota dari serangan serigala. Dia diangkat menjadi bangsawan pengawal raja.
Dengan kemampuan dan keterampilannya dalam peperangan
dia kemudian menjadi panglima tertinggi kerajaan.
Putra mahkota itulah yang sekarang menjadi raja yang terbuang di negeri selatan.

Dalam ruang rahasia istana selatan
Sirah kebal petir di ciptakan
Jauh sebelum raja di lahirkan
Rupanya perkelahian telah diprediksikan
Antara dua saudara se keturunan

Zirah kemudian dipelajari selama bertahun-tahun
Kemudian dibuat sebanyak mungkin
Untuk melakukan penyerangan
Ke arah utara wilayah kerajaan
Untuk menghapus tirani dan penghianatan
Di bumi yang aman dan tentram
Karena penyakit haus kekuasaan
Cinta dunia dan jabatan

Hingga tiba saat ditentukan Sang penghianat berhasil dikalahkan
Airmata bercucuran, Putri yang melihat ayahnya
Ayah yang di bunuh oleh belahan hati di depan matanya
Pertemuan pertama dan terkhir kalinya
Putri merindu ayahnya dan ayah yang merindu putrinya

Pilar ruangan diledakkan
Putri dan menantu diselamatkan
Oleh sang ayah yang telah tertikam
Yang hanya menunggu kematian
Ada jalan turun di bawah kursi kerajaan

Sekali lagi Sang raja dipalsukan kematian
Setiap raja dalam ruangan telah menerima kematian secara bersamaan
Sehingga tertinggal pangeran keturunan kedua yang mengklaim kemenangan
Di hari itu pula Pangeran dinobatkan
Menjadi raja utara terbarukan

Sementara sang raja bersama istrinya terjebak dalam terowongan
Jauh di bawah tanah istana mencari jalan pulang
Entah apa yang akan menanti dalam kegelapan
Tetapi sang raja sekali lagi menolak kematian
Lebih memilih tetap berjuang
Memakan cacing dan serangga untuk bertahan
Hingga tiba hari keenam
Akhirnya jalan keluar  ditemukan
Mereka tiba di tepi pantai dan lautan
Ini wilayah kerajaan selatan

Terowongan panjang yang menghubungkan dua kerajaan
Rahasia pemenangan peperangan di masa silam
Jalan pintas menuju kerajaan seberang pegunungan
Cara kemenangan tanpa pasukan
Telah ditemukan

Aku telah mendapatkan kunci sebuah ruangan
Hadiah perpisahan dari musuh yang dirindukan
Karena tak mungkin menerima penjelasan
Aku harus mencari tahu sendirian

Ini adalah kunci ruangan di bawah tanah
Setelah ditelusuri ini adalah sebuah gua
Ada air dan sedikit sinar cahaya
Disini ada kehidupan

Benar saja ini adalah tempat pelatihan
Pasukan khusus milik kerajaan selatan
Masing-masing telah menaklukkan binatang
Seorang setara dengan seratus orang

Mereka tahu keadaan
Melihat tanda yang disematkan
Mereka patuh pada titah kerajaan
Kekuasaan penuh telah jatuh di genggaman

Aku mengirimkan utusan
Atas apa yang terjadi  di utara
Ternyata benar raja baru telah ternobatkan
Kekuasaan telah lepas dari genggaman
Dan mereka mungkin melupakan aturan

Aku meminta sang raja untuk meletakkan kekuasaan
Agar peperangan dapat dihindarkan
Tetapi sang raja memilih kekerasan
Dan mengaku berada diatas kebenaran
Mengapa orang-orang ini begitu suka peperangan

Peperangan diletuskan
Dua kerajaan berhasil disatukan dengan kemenangan
Sang raja yang terbuang menjadi pemimpin seluruh kerajaan
Memimpin dengan adil dan membawa kedamaian
Yang mencintai dan dicintai orang-orang

Hingga tiba kebenaran terbesar diungkapkan
Hingga tiba tirai waktu dibuka
Apa yang mendiami jauh dibawah permukaan tanah dan lautan
Apa yang tersembunyi di dalam palung yang terdalam

Hingga segalanya tenggelam dan hanya menyisakan ingatan
yang tak seorangpun memilikinya
Mahluk besar telah hilang dari tempatnya
Mahluk besar yang sebuah pulau ada dipunggunggnya
Kemana gerangan menghilangnya

Hancur leburlah sang raja beserta kekuasaannya
Semua tenggelam dalam sekejap mata
Adapun kapal yang ada di lautan
Ikut tenggelam terseret arus dan dihancurkan
Adapun karena pulau tenggelam
Terjadi ombak yang begitu dahsyat menyapu daerah pesisir
Pulau-pulau terdekatnya

Sang raja tenggelam bersama kedua pedang
Keduanya tertancap diatas gunung di bawah lautan
Hingga tiba waktu pulau di temukan
Oleh orang yang hendak mencari kehidupan
Hingga tiba mahluk besar naik kepermukaan
Pulau yang tenggelam kembali menjadi daratan
Kekayaan tersembunyi kini diungkapkan
Untuk seribu tahun yang akan datang
Karena penguasa baru telah datang
Ketika legenda menjadi kenyataan
Dan sejarah kembali berulang

Raja dan Pedang (Bagian 6.5)

Sesungguhnya perempuan di wilayah ini sangat mahal harganya
Sungguh sulit nikahnya
Sungguh rumit caranya
Sungguh panjang adatnya

Para pemuda harus mengorbankan sawah dan ladangnya
Harus menyiapkan harta yang demikian banyaknya
Untuk meninggikan kehormatan keluarganya
Dan juga martabat keluarga perempuannya
Untuk melestarikan budayanya
Aku khawatir engkau tak bisa memenuhi mas kawinnya

Bukan mengapanya
Perempuan yang ada di desa bukanlah perempuan biasa
Mereka adalah yang terjaga aurat dan pandangannya
Sopan dan santun tutur katanya
Baik perangainya serta tinggi ilmu agamanya
Mereka terdidik agar tak terjamah
Tak ada kekasih melainkan telah menikah
Pantang menolak lelaki yang baik asalnya
Jika menolak maka hancurlah dunia
Jadi pengorbanan itu akan mendapat imbal yang sama

Aku telah mempertimbangkan berbagai hal dan perkara
Melihat kemaslahatan dan kebaikan kedepannya
Pun juga memperhitungkan konsekuensinya
Aku telah memutuskannya

Sungguh kau telah membayarnya
Dengan menyelamatkan desaku dan kebunnya
Pahlawan yang mengusir para serigala
Engkau juga adalah pemilik singgasana
Jauh di kerajaan utara

Bila engkau ingin melamarnya
Cukup Berilah harta yang saat ini kau punya
Namun bila engkau tak memilikinya
Nikahilah ia dengan mahar surah al fatiha
Itu telah cukup sebagai mas kawinnya

Sebagai walinya
sebisa mungkin aku memudahkan pernikahannya
Karena dia telah berada ditangan yang seharusnya
Pria tampan,bangsawan,dermawan dan pahlawan desanya
Engkau mendapat restu dan persetujuan
Dari aku paman sang perempuan

Sang perempuan dimintai persetujuan
Dia pun diam dengan sapuan senyuman
Artinya dia memberikan penerimaan
Karena diamnya perempuan
Adalah Pengiyaan permintaan





Musuh,Teman dan "Hajatan"

Menghadapi musuh terbesarku
Saling menatap dengan tajam dan memaku
Ketakutan menyerangku
Karena badik ditanganku
Badik yang kosong dalam sarunganku
Hanya gagang dan besi yang ditumpulkan
Aku tak bisa memulai serangan
Karena begitu kulakukan  semuanya akan ketahuan
Taktik akan dipatahkan

Tanganku bergetar tak karuan
Menunggu gerakan sambil membayangkan
Tapi diapun tak melakukan tindakan
Kami saling memprediksi keadaan
Diapun terlihat menunggu dengan wajah kekhawatiran

Semakin lama aku serasa diburu
Jantungku terus memacu
Ini bisa merenggut nyawaku
Tanpa bertarung terlebih dahulu

Tiba-tiba dia berlutut dan menunduk
Dia menyerah dan siap dihukum
Ternyata pedangnya juga besi yang tumpul
Aku menang dengan sedetik waktu
Hampir saja aku memaku tanpa palu
Aku menang dengan besi yang tumpul
Karena senjata terkuat adalah senjata yang tak orang tahu
Perempuan terbaik adalah perempuan yang tak pernah tersentuh
Lelaki terbaik adalah yang punya kehormatan dan rasa malu

Aku menghunus badik di pinggul
Dia melihat dengan terkejut
Kami sama-sama ingin menusuk dengan benda tumpul
Saling membaca keadaan ,saling merasa perasaan kami menjadi teman tanpa ikatan
Tertawa saling merendahkan
Berjabat saling memberi penghormatan
Aku menang


Di sisi seberang

Menghadapi musuh terbesarku
Saling menatap dengan tajam dan memaku
Ketakutan menyerangku
Karena badik ditanganku
Badik yang kosong dalam sarunganku
Hanya gagang dan besi yang ditumpulkan
Aku tak bisa memulai serangan
Karena begitu kulakukan  semuanya akan ketahuan

Tanganku bergetar tak karuan
Menunggu gerakan sambil membayangkan
Tapi diapun tak melakukan tindakan
Diapun terlihat menunggu dengan wajah ketakutan

Semakin lama aku serasa diburu
Jantungku terus memacu
Ini bisa merenggut nyawaku
Tanpa bertarung terlebih dahulu

Aku merasa panas dan kedinginan
Keringatku bercucuran
Perutku mulas dan ingin kebelakang
Apa yang harus kulakukan
Aku harus menahan sampai dia menyerah dalam pertarungan
Sampai dia melakukan serangan
Dengan sekali tendang dia akan kukalahkan

Cepatlah  menyerang
cepatlah menyerang
Ada yang harus kukeluarkan
Aku sudah hampir tak tahan
Aku harus pergi kebelakang
Cepatlah menyerang
Aku sudah tak tahan
Telah berlalu beberapa waktu dan keadaan
Dia belum melakukan pergerakan

Apa boleh buat
Aku dituntut pesta hajatan
Hari H telah datang

Aku segera berlutut dan menyerahkan kemenangan
Apa boleh buat aku dilanda kegentingan
Dia menghunus badik yang tumpul
Aku telah tertipu
Kami tertawa saling menghinakan
Kami berteman tanpa ikatan
Kami menjabat dengan kehormatan

Aku memberinya isyarat dan segera mengambil langkah bayangan
Dengan kaki yang sedikit dilebarkan
Dan paha yang sudah dijepitkan
Aku kebalik pepohonan
Dan memulai pesta hajatan
Aku merasakan kemenangan
Rasanya memuaskan
Ini lebih dari kemenangan
Aku menang