Sabtu, 13 Mei 2017

Raja dan Pedang (Bagian 7.5)

Peperangan dimanapun berada selalu mendatangkan kesengsaraan
Akan tetapi inilah tempatnya pembunuhan di bolehkan
Tempat dimana para pasukan menunjukkan kemampuannya
Tempat elang menunjukkan cakarnya dan singa menunjukkan taringnya
Tempat pemuda menunjukkan semangatnya dan orang tua menunjukkan kebijaksanaannya
Tempat bertaruh nyawa untuk keselamatan istri,anak dan keluarganya

Sang raja maju kedepan sendirian
Di tengah medan pertempuran
Tanpa pengawalan dan perlindungan
Bak gunung yang ditinggal sang awan
Sunyi senyap sendiri dengan pedang
Tetapi kuat dan tegas langkah kaki di jalankan
Penuh keyakinan

Di depan telah berbaris 3000 pasukan lawan
Empat orang panglima dan seorang pimpinan
Sedang sang raja mempunyai 3000 pasukan

Sang raja tak ingin terjadi pertumpahan
Tetapi pemberontak merasa diatas kebenaran
Sang raja dituduh telah membunuh pewaris wilayah selatan
Sehingga sesungguhnya sang rajalah yang melakukan pengambilalihan
Melakukan kudeta terhadap pewaris kerajaan selatan

Ternyata ini memang jebakan
Seseorang telah merencanakan keadaan
Kemungkinan besar gubernur memang telah menerima kematian
Sesaat setelah istana ditinggal pasukan

Dan kabar bergerak lebih cepat dari pasukan yang berjalan
Sang raja menerima fitnah yang mengerikan
Keadaannya lebih terancam daripada berdiri di mulut jurang 
Keadaan tengah timpang 
Tak tahu pedang,panah atau tombak yang akan datang

Hingga dari tiga arah yang berbeda datanglah pasukan
Setiap arah terdiri atas 1000 pasukan
900 pasukan berbaris kesamping dan berpasangan
Sedang 100 pasukan memegang ranting pepohonan 
Hingga debu beterbangan dari arah belakang
Demikian formasi ketiga kelompok pasukan
Dan dari jarak yang cukup panjang

Pihak lawan gentar dan ketakutan
Karena mengira 3000 pasukan itu adalah 9000 pasukan
Mereka melihat telah terkepung di tiga arah berbeda
Jalan satu-satunya adalah mundur ke arah selatan
Sedang mereka telah berniat membela kehormatan

Sang raja kemudian menghunus dan mengangkat sebuah pedang
Pedangnya berkilauan di terpa terik siang
Ternyata benar rumor yang berkembang
Pedang kerajaan telah ada yang menemukan
Sang pemberontak turun dari kuda tunggangan
Dan memberi penghormatan
Seraya memberikan isyarat agar pasukan menjadi tenang
Karena perang telah dibatalkan

Pasukan sang raja telah tiba
Dan membuat kaget pihak lawan
Ternyata jumlah mereka adalah sama
Taktik yang sangat beresiko apabila ketahuan
Mengepung dengan jumlah yang seimbang
Akan membantai pasukan secara keseluruhan
Menjadi senjata yang makan tuan

Tetapi untunglah perang telah dimenangkan
Tanpa perlawanan dan persyaratan
Sang raja mendapat pengakuan dan pengabdian pasukan
Yang akan digunakan menyerang pemberontak 
yang sedang bertahta di singgasana kerajaan selatan

Dikirimlah utusan
Ternyata sang pemberontak adalah bangsa pendatang 
Yang di masa silam telah dikalahkan
yang menetap di wilayah kerajaan selatan
Mereka menyelundupkan pasukan dari luar kerajaan
Memperalat kebaikan
Dan memanfaatkan kedudukannya sebagai pimpinan
Rencana telah dimasak dengan demikian matang
Mereka hendak menjatuhkan dua burung dengan sekali lemparan
Mengadu dua kebaikan hanya akan memperjelas satu keburukan

Sekarang kabut telah dihilangkan
Musuh telah jelas dihadapan
Sekarang dua kekuatan telah dipersatukan
Untuk melawan tirani yang menyengsarakan
Surat telah dikirimkan
Peringatan telah disampaikan
Kedua kubu melakukan persiapan
Perang akan segera dilaksanakan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar