Kepada seseorang yang tak dapat kusebut namanya
Yang senja tenggelam dimatanya
Yang sutra terajut dihatinya
Pemilik titik hati yang dia telah melubanginya
Yang selalu membebaniku dengan rasa
Yang mampu menguatkan raga hanya dengan senyum indahnya
Betapa engkau kan sulit terlupa
Pertama dan akan berkesan selamanya
Betapa sering ku melihatnya
Tapi Tak pernah sanggup ku menyapanya
Kusadar ini adalah salah
Tapi apa daya ku hanya pemuda
Yang di kuasai oleh hasrat dan dunia
Kepada yang menganggu kala mimpi indah
Yang tak tahu telah berbuat salah
Tega nian membuatku menderita
Tak sanggup tidur terbayangkan dia
Mengapa engkau tersenyum dan menyapa di depan mata
Apalagi engkau lakukan kepada seorang pria
Pria lugu dan tak tahu apa-apa
Harusnya engkau menunduk saja
Seperti sebahagian wanita lainnya
Engkau membuatnya mencari yang tak bernama
Engkau membuatnya rindu tanpa tahu penyebabnya
Engkau membuatnya mabuk tanpa tahu penawarnya
Memakan nasi terasa batu
Meminum air terasa abu
Saat berjalan terasa berlari
Saat tertidur terasa disesaki
Segalanya tak ditenangi
Saat memandang hanya dia
Saat berkedip yang dilihat dia
Saat menoleh terlihat dia
Saat kutundukkan pandangan terbayang dia
hanya dia
yang takkan pernah terlupa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar