Selasa, 09 Mei 2017

Raja dan Pedang (Bagian 4)

Tiba-tiba bumi disergapi kegelapan
Gerhana menutup sinar mentari di kala siang
Lalu datanglah mendung yang hitam
Tanda hujan akan diturunkan
Gelapnya segelap awal malam

Para petani berlari meninggalkan perbukitan
Kulihat di kejauhan seseorang tak menyadari peringatan
Sang orang tua masih diatas perbukitan
Aku segera bergegas berniat memberi peringatan
Ketika Serigala telah menghadang di depan jalan 

Pedang yang kuikat dengan kain hitam
Pedang yang tak sempat disarungkan
Terhunus selurus telunjuk tangan
Menghadapi bahaya di tengah kegelapan

Siapa sang pemburu dan siapa sang mangsa
Mahluk buas ataukah manusia bersenjata
Mata mereka merah menyala dikala gelap menyapa
Kulit mereka hitam legam sepekat bayangan
Gigi cakar melawan pedang
Diantara tempat perlindungan dan para penyerang

Serigala besar meloncat dari belakang
Saling memandang bagai musuh bebuyutan
Serigala menundukkan badan melemahkan tatapan
Dia mengenali siapa sang tuan
Tuan yang menolongnya dari kelaparan
Tuan yang melemparkan domba di tengah hutan
Tuan yang menyelamatkannya dari kematian
Tuan yang menyelamatkan dari memakan teman
Dan saat ini tuan ada di hadapan

Seluruh kawanan menundukkan badan dan pandangan
Melepaskan mangsa yang dalam gigitan
Makanan yang dalam cengkraman
Mainan yang dalam kekuasaan

Sang raja memberikan isyarat
Agar serigala keluar dari pedesaan
Di pinggir pedesaan sang raja menancapkan pedang
Pertanda wilayah larangan
Untuk para penjahat dan pemangsa sebagai peringatan
Serigala mundur bersama pasukan
Kebalik gunung yang penuh kabut dan awan

Huma diatas perbukitan
Di sanalah didapati sang orang tua ketiduran
Dia tak tahu ancaman yang baru hilang
Dia tak tahu pedang telah ditancapkan

Diajak dia ke rumah perlindungan
Tempat tinggal pembantu dan sang perempuan
Sang raja disambut sebagai tamu kehormatan
Karena telah menyelamatkan dari kerisauan

Akan tetapi
Perjalanan sang raja masihlah sangat-sangat panjang






Tidak ada komentar:

Posting Komentar