Ada apa uang lima ribu dan hari rabu
Seakan semua orang mengucap lima ribu
Sampai-sampai berbekas ke dalam kalbu
Bukan tak suka dengan lima ribu
Sebelum rupiah jatuh dan lima ribu akan dirindu
Akan tetapi apalah salah uang lima ribu
Lebih menarik sang dua ribu
Rupiah paling populer diantara yang memakai belakang ribu
Uang yang dipalak tukang parkir di pasar minggu
Yang tak terlihat dari jauh
Yang tiba-tiba muncul bagai hantu
Tanpa permisi dan mengetuk pintu
Dan kabur bagai angin lalu
Uangku seakan tak berharga bagimu
Alih-alih membantu
Engkau cepat menghilang bagai debu
dua ribu oh dua ribu
Malang nian nasibmu dua ribu
Yang cepat lapuk di tangan pelaku
Yang cepat berpindah seakan malu memilikimu
Yang suatu hari nanti akan berpindah dari tanganku ke tangan dia
Yang suatu saat nanti kujadikan nafkah untuk dia
Yang akan menghidupi keluarga dan sanak saudara
Dua ribu oh dua ribu
Anak kecil sangat tahu bentuk rupamu
Engkau senilai teh sisir gula batu
Untuk anak kecil dan seorang temannya yang lugu
Aku terpaku membisu
Dua ribu oh dua ribu
Takkan berubah nilaimu
meski engkau terlihat kusut dan lusuh
meski engkau terlihat kusut dan lusuh
Takkan berubah nilaimu
meski dibasahi hujan,diremukkan tangan
dinodai debu, atau diinjak serdadu
Engkau tetaplah dua ribu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar