Senin, 01 Mei 2017

Tajam

Aku khawatir dengan perempuan bermulut tajam
Dia tertawa sambil mengenggam belati
Dia Memuji dengan menghunuskan  pedang
Dia Tersenyum sambil mengarahkan  panah
Dia Menatap sambil melemparkan tombak
Dia berbicara seraya menghempaskan tubuhku ketanah

Satu katanya adalah racun mematikan
Sebaris kalimatnya setajam sembilu perang
Sekilas bicaranya adalah seribu peluru menghujam
Tetapi cantiknya sungguh diluar perkiraan

Suaranya merdu kudengarkan
Padahal sungguh tak karuan di kata orang
Mungkin karena perbedaan pandangan
Mereka ada di daratan sedang aku tenggelam di lautan
Aku ada di bumi sedang dia ada di bulan

Bak putri kerajaan
Keanggunan menghiasi lakunya
Kecerdasan menutup kelemahannya
Bergelar tanpa pengalaman
Ahli perang dan tipu daya
Hingga tak ada yang salah pada pandangan

Tersebutlah ajang putri kecantikan
Tetapi bukan putri kerajaan
Apalagi keturunan bangsawan
Ini ajang kecantikan dan kecerdasan
Sejuta orang memandang
Sungguh  menyegarkan
Pun juga merusak fikiran

Betapa tulus perempuan yang tersenyum
Yang senyumnya adalah kebenaran
Perkataannya dari lubuk hati terdalam
Tawanya spontanisasi
Lakunya lembut dan terpuji
Katanya sopan dan disenangi

Betapa menderita perempuan dengan senyuman
Senyuman tanpa kesimetrian
Senyum mengharap sanjungan
Di depan Manisan di belakang umpatan

Pandangannya jeritan kepuraan
 perkataannya dilembutkan
Tawanya tawa murka
 Senangnya senang yang di paksa
Memburu kemenangan dengan bangga

Bicaranya berat penuh rayuan
Bibirnya sebilah pedang
Nafasnya racun mematikan
Lidahnya silet yang tajam









Tidak ada komentar:

Posting Komentar