Aku khawatir dengan perempuan bermulut tajam
Dia tertawa sambil mengenggam belati
Dia Memuji dengan menghunuskan pedang
Dia Tersenyum sambil mengarahkan panah
Dia Menatap sambil melemparkan tombak
Dia berbicara seraya menghempaskan tubuhku ketanah
Satu katanya adalah racun mematikan
Sebaris kalimatnya setajam sembilu perang
Sekilas bicaranya adalah seribu peluru menghujam
Tetapi cantiknya sungguh diluar perkiraan
Suaranya merdu kudengarkan
Padahal sungguh tak karuan di kata orang
Mungkin karena perbedaan pandangan
Mereka ada di daratan sedang aku tenggelam di lautan
Aku ada di bumi sedang dia ada di bulan
Bak putri kerajaan
Keanggunan menghiasi lakunya
Kecerdasan menutup kelemahannya
Bergelar tanpa pengalaman
Ahli perang dan tipu daya
Hingga tak ada yang salah pada pandangan
Tersebutlah ajang putri kecantikan
Tetapi bukan putri kerajaan
Apalagi keturunan bangsawan
Ini ajang kecantikan dan kecerdasan
Sejuta orang memandang
Sungguh menyegarkan
Pun juga merusak fikiran
Betapa tulus perempuan yang tersenyum
Yang senyumnya adalah kebenaran
Perkataannya dari lubuk hati terdalam
Tawanya spontanisasi
Lakunya lembut dan terpuji
Katanya sopan dan disenangi
Betapa menderita perempuan dengan senyuman
Senyuman tanpa kesimetrian
Senyum mengharap sanjungan
Di depan Manisan di belakang umpatan
Pandangannya jeritan kepuraan
perkataannya dilembutkan
Tawanya tawa murka
Senangnya senang yang di paksa
Memburu kemenangan dengan bangga
Bicaranya berat penuh rayuan
Bibirnya sebilah pedang
Nafasnya racun mematikan
Lidahnya silet yang tajam
Tersebutlah ajang putri kecantikan
Tetapi bukan putri kerajaan
Apalagi keturunan bangsawan
Ini ajang kecantikan dan kecerdasan
Sejuta orang memandang
Sungguh menyegarkan
Pun juga merusak fikiran
Betapa tulus perempuan yang tersenyum
Yang senyumnya adalah kebenaran
Perkataannya dari lubuk hati terdalam
Tawanya spontanisasi
Lakunya lembut dan terpuji
Katanya sopan dan disenangi
Betapa menderita perempuan dengan senyuman
Senyuman tanpa kesimetrian
Senyum mengharap sanjungan
Di depan Manisan di belakang umpatan
Pandangannya jeritan kepuraan
perkataannya dilembutkan
Tawanya tawa murka
Senangnya senang yang di paksa
Memburu kemenangan dengan bangga
Bicaranya berat penuh rayuan
Bibirnya sebilah pedang
Nafasnya racun mematikan
Lidahnya silet yang tajam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar