Aku setengah gila
Seperti terjangkit penyakit riba
Tak mampu memejamkan mata
mengharap sesuatu yang tak ada
Dalam hati ku hanya bisa tertawa
Saling bercanda dengan jiwa
Berharap rasa sedikit lega
Berharap rasa sedikit lega
Menunggu yang tak ditunggu
Mencari yang tak dicari
Mengejar bulan hingga tak sanggup lagi
Inikah fitnah yang tak dinanti
Menghitung bintang berceceran di taman langit
Cahayanya gemerlapan di ratapi rembulan
Purnama kerinduan,purnama berteteskan hitam
Menghilang dibalik awan
Namun cahayanya tetap menyiratkan penantian
Kau memberiku gula-gula berbungkus garam
Kau melemparnya ke hadapan
Kutangkap dan kumakan dengan pelan
Perlahan kurasakan manisnya gula dan garamnya garam
Tetapi aku merasa ada keanehan
gula telah tercampur zat hitam
Dengan sekejap tercipta sianida
Kau meracuniku tanpa sengaja
Dengan racun mematikan yang tak pernah dijumpa
Tahukah engkau menanti dalam kerinduan
bagai orang yang sedang keracunan
Menenggak cinta
Namun akhirnya dimuntahkan
Menenggak yang kedua
Masih akan memabukkan
Menenggak yang kedua
Masih akan memabukkan
Ingin berlari tapi terpenjara sakit
Ingin ku tidur tapi disesakkan bayang
Tak ada penawar yang sanggup menyembuhkan
Selain sang pujaan yang membekaskan kekosongan
Kau memaksaku memakan gula
Yang isinya sianida
Racun tanpa bau dan rasa
Membuat mati sekejap mata
Sakitnya mendera
Deritanya di atas derita
Manisnya sedap dan mematikan
itulah cinta
Deritanya di atas derita
Manisnya sedap dan mematikan
itulah cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar