Sabtu, 29 April 2017

Hujan dan Mentari

Hujan yang disinari matahari
Tak terlihat pelangi
Tak kering juga tak dingin
Terpaksa harus mengulang lagi
Jemuran yang sabar di tunggui
Sejak dari tadi pagi

Waktunya hanya sekejap saja
Air dan minyak dalam satu wadah
Dalam kendi yang tak sama besarnya
Dalam lindungan yang tak tahu bentuknya

Mentari di sore hari
Hujan yang menjatuhi sela bumi
Tanpa pamrih tanpa permisi
Membawa sejuk pada nafas ini
membasahi tepi sandaran kursi
memberi nutrisi pohon ceremai
Melembabkan wajah permadani

Tak dibenci pun tak disenangi
Aku bahkan tak peduli apakah ini punya arti
Ada masalah apa hai hujan dan mentari
Mengapa harus bersamaan seperti ini

Apakah diantara kalian ada yang menyalahi janji
Ataukah kalian telah sama menyepakati
Menghujani dan menyinari permukaan bumi
bahwa hari ini akan berdamai hujan dan mentari
Bahwa pelangi akan muncul nanti di keesokan hari





Tidak ada komentar:

Posting Komentar