Sang raja kembali dengan sebuah pedang
Dia mendaki sampai ke puncak perbukitan
Dia menyeberangi sisi yang dipisahkan
Hingga menemukan musuh di hadapan
Telah menunggu ribuan pasukan
Yang kesemuanya membentuk barisan
Seraya menunggu giliran
Atau menyerang bersamaan
Dimanakah keadilan
Seorang melawan ribuan
Tak disangka itu hanyalah gambaran ketakutan
Musuh sebenarnya adalah srigala kelaparan
Menggertak dengan garang dihadapan
Dia bersama beberapa teman buronan
Tampang bengis tak karuan
Siap melakukan penyergapan
Melihat srigala yang kurus kering hanya kulit dan tulang
Membuat sang raja menjadi kasihan
Ternyata dia tak sendirian
Masih banyak mahluk yang mengalami penderitaan
Sang raja menemukan jawaban ditengah ancaman
Melempar domba untuk diumpankan
Srigala girang bukan kepalang
Tujuh hari-tujuh malam telah terbayarkan
Sang raja selamat dari ancaman
Saatnya untuk melanjutkan perjalanan
Sang raja sampai pada tepian daratan
Tak ditemukan istana yang ditinggalkan
Hanya menemukan lautan biru yang luas
Sungguh indah dipandang namun itu bukan tujuan
Tujuan adalah merebut tahta kerajaan
Kemanakah gerangan istana yang hilang
Ternyata sang raja salah sasaran
Istana ada dibalik gunung yang ada dibelakang
Istana yang didambakan ada diutara sedang ia ada di selatan
Berjalanlah sang raja menuju pegunungan
Tinggi menjulang mengubur harapan
Jalanpun telah terpotong oleh jurang
Sang raja harus memutar jalan di kaki pegunungan
Sampailah ia pada suatu kawasan
Ditumbuhi banyak tanaman yang seragam
Barisnya beraturan Buahnya bergelimpangan
Tak perlu kuatir dengan kelaparan
Ini perkebunan dekat pedesaan
Tiga hari sudah sejak melihat lautan
Sang raja terselamatkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar