Musim kemarau ke musim hujan
Agin barat ke angin timur
Gelap berganti terang
Siang berganti malam
Dikala penantian
Kerinduan menganggu ingatan
Derita mencekik kesendirian
Terjebak dalam pusaran khayalan
Saat tersadar waktu telah merenggut kehormatan
Sungguh suatu kenyataan yang pahit akan lebih ringan
Dibanding menanggung tanya yang tak kunjung terjawabkan
Berikan pertanda dimana kau berada
Meski hanya setitik dikala senja
Berikan secercah sinar atau setitik air hujan
Agar pohon yang menjulang tak akan kekeringan
Agar akarnya tetap kokoh dan tak akan tumbang
Agar daunnya tetap terlihat kehijauan
Agar terlepas dari kerisauan
Sehari untukku adalah sehari untukmu
Sehari untukmu adalah setahun untukku
Sehari untukmu adalah sewindu untukku
Setahun untukmu dan seabad bagiku
Aku baru tahu
Bahwa rindu adalah mesin waktu
Berjalan tanpa gaduh
Menyusup di sela waktu
Tanpa jeda agar ku bisa mengadu
Tanpa dapat tunduk dan patuh padaku
Sehari untukmu adalah sewindu untukku
Setahun untukmu dan seabad bagiku
Aku baru tahu
Bahwa rindu adalah mesin waktu
Berjalan tanpa gaduh
Menyusup di sela waktu
Tanpa jeda agar ku bisa mengadu
Tanpa dapat tunduk dan patuh padaku
Setahun tanpa makanan,tanpa minuman,tanpa teduhan
Tanpa setitik kurva senyuman
Hanya memandang senja di dekat malam
Tanpa setitik kurva senyuman
Hanya memandang senja di dekat malam
Ditusuk kerinduan yang tak bertuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar