Minggu, 30 April 2017

Hanya Puisi Biasa

Pujangga malam menyeringai dalam ketakutan
Membutakan hati dan fikiran
Cinta adalah kesejukan
Penawar racun mematikan

Bukanlah kayu yang lapuk
Ranting yang patah
daun yang berjatuhan
Bunga beterbangan
Angin kesejukan

Melainkan setetes keringanan 
Tatkala embun terkulai diatas dedauan
Dibawah  lebat rimba hutan 
Menolak kasta bercampur hujan

Penyembuh yang tersembuhkan
Penyadar hati tertidurkan
Penenang jiwa terkalahkan
Penyuap gurun tertanduskan
Penyebab hujan tak terelakkan

Kaulah bidadari, Hujan dikala kekeringan
 kaulah cahaya penerang jiwa
Padamulah surga 
Tapi bintang bukanlah bulan
Takkan sampai tangan tergapai,kaki berpijak,dan hati bersahutan

Karena terkadang cinta adalah kekosongan
Kekalahan telak dalam kediaman
Membawa kerusakan yang memusnahkan

Karena terkadang
Pengakuan datang atas keindahan 
Alih-alih untuk sang kebenaran
Karena yang terlihat adalah keindahan
Adapun yang tersembunyi 
akan tetap diam dalam ingatan

Inilah permainan
Mengancam nyawa menyandera harapan
Daripadanya kekakuan dan daripadanya kelembutan
Dari indahnya kenangan dan dari kaburnya pandangan

Bahasa perasaan
Adakah yang sanggup mengartikan
Bukan tak mengapa
Ini hanya puisi biasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar