Pujangga malam menyeringai dalam ketakutan
Membutakan hati dan fikiran
Cinta adalah kesejukan
Penawar racun mematikan
Bukanlah kayu yang lapuk
Ranting yang patah
daun yang berjatuhan
Bunga beterbangan
Angin kesejukan
Melainkan setetes keringanan
Tatkala embun terkulai diatas dedauan
Dibawah lebat rimba hutan
Menolak kasta bercampur hujan
Penyembuh yang tersembuhkan
Penyadar hati tertidurkan
Penenang jiwa terkalahkan
Penyuap gurun tertanduskan
Penyebab hujan tak terelakkan
Kaulah bidadari, Hujan dikala kekeringan
kaulah cahaya penerang jiwa
kaulah cahaya penerang jiwa
Padamulah surga
Tapi bintang bukanlah bulan
Takkan sampai tangan tergapai,kaki berpijak,dan hati bersahutan
Karena terkadang cinta adalah kekosongan
Kekalahan telak dalam kediaman
Membawa kerusakan yang memusnahkan
Karena terkadang
Pengakuan datang atas keindahan
Alih-alih untuk sang kebenaran
Karena yang terlihat adalah keindahan
Adapun yang tersembunyi
akan tetap diam dalam ingatan
Inilah permainan
Mengancam nyawa menyandera harapan
Daripadanya kekakuan dan daripadanya kelembutan
Dari indahnya kenangan dan dari kaburnya pandangan
Bahasa perasaan
Adakah yang sanggup mengartikan
Bukan tak mengapa
Ini hanya puisi biasa
Ini hanya puisi biasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar