Tak bosankah kau memaku
Dengan palu yang kau genggam ditanganmu
Kaki yang kau letakkan dengan perlahan di kepalaku
Dengan telapak kaki yang dalam dan lembut menimpaku
Semakin hina aku diinjak rindu
Tak bosankah kau menjadikan aku bahan pakuanmu
Yang memalu kepala dan menghancurkan isi otakku
Lalu kemudian engkau mengumpulkan semua dan memakunya menjadi satu
Engkau menyusun dan memutar ulang otakku
Hingga engkau dapat mempermainkan fikiranku
Memutar balik hasratku hingga engkau bebas membaca hatiku
Saat sedih kau berada disisiku
Saat kau marah ku akan jadi sasaranmu
Saat gelisah kau mengancam dengan palumu
Saat terhibur kaukan tertawa dan segera meninggalkanku
Saat terhibur kaukan tertawa dan segera meninggalkanku
Saat kau bosan segera engkau menghancurkan kepalaku
Aku hidup atau
Telah matikah bagimu
Telah matikah bagimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar