Jumat, 08 Juli 2016

Yang Terlihat Dimata

Di masa peralihan banyak hal yang telah terlihat jelas dan berubah. 
Sejelas pergantian matahari dan bulan, 
sejelas panas dan dingin. 

Telah terlihat permen  yang sebelumnya telanjang 
menjadi terbungkus dan yang terbungkus dikotorkan 
dengan ketiadaan pembungkusnya. 

Melihat Senyum merekah telah ternoda oleh jahatnya dunia. 
Mungkin bibirnya tak pernah menunjukkan kesedihan 
tetapi mata  tak pernah berbohong akan kepahitan 

Melihat tubuh yang segar dan mempesona 
Berubah kurus dan tirus tak menarik asa. 
Entah apa gerangan yang telah merenggutnya. 
Bagaikan sari pati bunga 
yang telah habis dihisap oleh kumbang dengan rakusnya. 
Dia tak lagi kan pernah sama. 

Melihat wanita suci telah menggadaikan kehormatan mereka 
demi dunia yang penuh manipulasi. 
 merasakan madu yang berubah menjadi racun. 
Kerumitan yang mengoyak hati 
Dan orang yang berkuasa saat ini 
Kenormalan adalah prestasi adalah sebuah prestasi,
 segala sesuatunya telah dibuat melenceng dari apa yang dimuliakan kepadanya. 

melihat pahitnya patah hati dan 
betapa cantiknya bunga yang baru mekar dari kuncupnya. 
Betapa tak menariknya ulat dalam kepompong 
sebelum akhirnya kupu – kupu menampakkan dirinya. 
Dan betapapun kumemujanya dari jauh hari 
pada akhirnya posisi awal untuk memetiknya tetaplah sama. 

Yang dipertimbangkan hanya kemuliaan yang tertera di hadapan. 
kemuliaan adalah kekayaan. 
Ini adalah masa dimana kekayaan adalah hal yang paling mulia di muka dunia. 
Tahukah dirimu setiap melihatmu aku selalu terperangkap dalam ingatan yang rumit. 
Tahukah dirimu saat melihat kenyataannya pahit kan menyapa. 
Meresap dalam jauh kedasar . 
saat pahit sepahit paria itu mematahkan hati dalam sekejap. 
Tahukah kamu satu waktu mencintaimu, 
dilain waktu membencimu dan waktu lainnya hatiku patah tanpa kau tahu. 
waktu lainnya lagi  mencintai, memurkai, dan patah hati pada waktu yang sama kepadamu. 

Tak maukah kau tahu betapa rumitnya perasaan yang berdampak pada sikapku padamu. 
Wahai hati yang sebagian hatiku tertitip padanya, 
semoga ini tak akan membuatku membuang pendirian dan harga diriku.  
Semoga tak merubahku menjadi manusia yang jahat. 
Yang aku yakin sangat berbeda dari diriku yang dulu. 
Tak maukah kau tau betapa dalam aku terjerembab dan terjebak dalam keadaan ini. 
Betapa lama madu ini meracuniku dan betapa luas telah berdampak pada hidupku. 

Pada akhirnya aku hanyalah membenci apa yang sangat kucintai 
dan mencintai apa yang sangat kubenci 
Entah sejak kapan hati ini ternoda dengan hitamnya rasa benci  
sejak kapan hati ini ternoda rasa cinta yang hambar tak berwarna ini. 

Dan Tahukah dirimu selama ini aku terus berputar dalam keadaan ini. 
Tahukah dirimu betapa cantik kau hari ini.  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar