Di masa peralihan banyak hal yang telah terlihat jelas dan
berubah.
Sejelas pergantian matahari dan bulan,
sejelas panas dan dingin.
Telah
terlihat permen yang sebelumnya telanjang
menjadi terbungkus dan yang terbungkus dikotorkan
dengan ketiadaan
pembungkusnya.
Melihat Senyum merekah telah ternoda oleh jahatnya
dunia.
Mungkin bibirnya tak pernah menunjukkan kesedihan
tetapi mata tak
pernah berbohong akan kepahitan
Melihat tubuh yang segar dan
mempesona
Berubah kurus dan tirus tak menarik asa.
Entah apa gerangan yang
telah merenggutnya.
Bagaikan sari pati bunga
yang telah habis dihisap oleh
kumbang dengan rakusnya.
Dia tak lagi kan pernah sama.
Melihat wanita suci
telah menggadaikan kehormatan mereka
demi dunia yang penuh manipulasi.
merasakan madu yang berubah menjadi racun.
Kerumitan yang mengoyak hati
Dan orang yang berkuasa saat ini
Kenormalan adalah prestasi adalah sebuah prestasi,
segala sesuatunya telah dibuat
melenceng dari apa yang dimuliakan kepadanya.
melihat pahitnya patah
hati dan
betapa cantiknya bunga yang baru mekar dari kuncupnya.
Betapa tak
menariknya ulat dalam kepompong
sebelum akhirnya kupu – kupu menampakkan
dirinya.
Dan betapapun kumemujanya dari jauh hari
pada akhirnya posisi awal
untuk memetiknya tetaplah sama.
Yang dipertimbangkan hanya kemuliaan yang tertera di hadapan.
kemuliaan adalah kekayaan.
Ini adalah masa dimana kekayaan
adalah hal yang paling mulia di muka dunia.
Tahukah dirimu setiap melihatmu aku
selalu terperangkap dalam ingatan yang rumit.
Tahukah dirimu saat melihat
kenyataannya pahit kan menyapa.
Meresap dalam jauh kedasar .
saat pahit
sepahit paria itu mematahkan hati dalam sekejap.
Tahukah kamu satu waktu
mencintaimu,
dilain waktu membencimu dan waktu lainnya hatiku patah tanpa kau
tahu.
waktu lainnya lagi mencintai,
memurkai, dan patah hati pada waktu yang sama kepadamu.
Tak maukah kau tahu
betapa rumitnya perasaan yang berdampak pada sikapku padamu.
Wahai hati yang
sebagian hatiku tertitip padanya,
semoga ini tak akan membuatku membuang
pendirian dan harga diriku.
Semoga tak merubahku menjadi manusia yang
jahat.
Yang aku yakin sangat berbeda dari diriku yang dulu.
Tak maukah kau
tau betapa dalam aku terjerembab dan terjebak dalam keadaan ini.
Betapa lama
madu ini meracuniku dan betapa luas telah berdampak pada hidupku.
Pada akhirnya
aku hanyalah membenci apa yang sangat kucintai
dan mencintai apa yang sangat
kubenci
Entah sejak kapan hati ini ternoda dengan hitamnya rasa benci
sejak kapan hati ini ternoda rasa cinta yang hambar tak berwarna ini.
Dan Tahukah
dirimu selama ini aku terus berputar dalam keadaan ini.
Tahukah dirimu
betapa cantik kau hari ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar