Minggu, 19 Juni 2016

KAU

Pujangga malam menyeringai dalam ketakutan
Membutakan hati dan fikiran
Cinta adalah kesejukan
Penawar racun nan mematikan

Bukanlah kayu yang patah 
Ranting yang lapuk
Daun yang jatuh
Rambut terumbai
Melainkan setetes keringanan 
Embun terkulai
Menolak kasta bercampur hujan
Penyembuh yang tersembuhkan

Penyadar hati tertidurkan
Penenang hati terkalahkan
Penyuap gurun tertanduskan
Penyebab hujan tak terelakkan

Kaulah bidadariku
Padamulah surgaku
Tapi bintang bukanlah bulan
Takkan sampai tangan tergapai
Kaki berpijak hati bersahutan

Cinta adalah kekosongan 
Kekalahan telak dalam kediaman
Membawa kerusakan yang memusnahkan
Inilah permainan sebenarnya

Mengancam nyawa menyandera harapan
Daripadanya kekakuan dan daripadanya kelembutan
Inilah bahasa rahasia
Tak seorangpun yang mengetahui
apalagi meresapi
Kecuali Tuhan yang maha tahu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar