Kamis, 27 April 2017

Suatu Hari di Suatu Bulan (Part 7)

Dia adalah aku
Aku adalah dia
Tak dapat diterima logika
Tetapi ini terjadi di depan mata
Apakah aku gila

Apa yang hendak dikata Aku jadi terbata
Tak mampu mengungkap sebuah kata
Bagai tak punya suara
Keheranan jadi sumber masalah
Aku akan melakukan apa

Tetapi dia diam tak mencari perhatian
Nafasnya terdengar perlahan
Hujan kembali keatas awan
Apakah waktu tengah dikembalikan

Ini menambah keanehan
Tetapi menjelaskan langkah maju yang dimundurkan
Aku hanyalah bayangan
Yang berada pada waktu,tempat dan keadaan
Diantara banyak kejadian
Terlempar ke suatu masa yang berantakan

Yang pada akhirnya akan kembali kedalam ingatan
Dan akan memberi  sedikit peringatan
ke masa lalu yang akan datang
Begitulah dimensi perasaan
Begitulah firasat akan datang

Tawaku dipecahkan goyangan suatu guyonan
Kami tertawa terbahak di depan sebuah bank
Sampai lewat pertigaan jembatan
Karena berhenti aku ketinggalan

Kulihat  ada uang jatuh berserakan ditengah jalan
Bersamaan speda menghindari sebelah ban
Kulihat perempuan jatuh diseberang jembatan
Dia dikerumuni orang-orang yang menawarkan bantuan

Aku disesaki perasaan
Kami saling bertatapan
Kulihat senja tenggelam dimatanya
Sungguh enak untuk dipandang
Tak mampu penglihatan dilepaskan

Tetapi hati tiba-tiba ditimpa keraguan
Firasat telah datang dihadapan
Menganggu perasaan
Mengacaukan fikiran
Dan mengacak segala tindakan

Aku menelpon polisi meminta bantuan
Telah terjadi perampokan di sebuah bank
Tetapi jangan lewat jembatan
Karena jembatan sungguh tidak aman

Benar firasat mengatakan
Penjahat ditumbangkan
Termasuk yang melakukan penyamaran
Termasuk yang melakukan sikutan mematikan
Termasuk sang ayah dan perempuan yang ada di seberang jembatan

Karena pandangan aku terlibat persoalan
Karena pandangan aku terlibat baku hantam
Karena pandangan aku terjebak di tengah kejadian
Karena pandangan aku ketakutan sampai lupa keadaan


Wahai teman jagalah pandangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar