Aku tak mengenal dirimu
Tapi seakan mengenal seumur hidupku
Di saat melihatmu
Melihat senyumanmu
Lembutnya sapaanmu
Lugunya tingkahmu
Melihat senyumanmu
Lembutnya sapaanmu
Lugunya tingkahmu
Bersihnya tatapanmu
luluhnya jiwaku
Siapakah yang dapat membohongkan Kecantikanmu
Sejak kapan aku tertarik padamu
Bingung aku diterkam rasa rindu
Kubilang padamu tapi hati dihadang malu
Kukatakan dengan tersirat
Dengan pesan tersurat
Bahwa rinduku telah tergurat
Dan rasa ini mulai mengurat
Membebani ujung syaraf
Membebani ujung syaraf
Dalam sehari kujadi pujangga
Melepas syair bertangga-tangga
Bukanlah ini namanya cinta
Tapi sesuatu yang ditengah-tengah
Bingung aku sejadi-jadinya
Sakit raga ditipu rasa
Sejak kapan terasa gelisah
Apakah karena rasa putus asa
Tapi hati menolak tuk tersiksa
Mengejar asa kemana larinya
Akan kungenggam dengan cara paksa
Meski terluka direnggut masa
Setiap peristiwa punya masa
Setiap masa punya peristiwa
Sungguh diri bukan penjajah
Tetapi sungguh hati telah terjajah
Tiada panas tiada hujan
Terlena diri dalam angan
Memiliki yang diharapkan
Bagai pungguk merindu bulan
Tidakkah engkau mendengarkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar